Home LIPUTAN MEDIA Restu Adi Wiyono Mimpi Jadi Ahok di Tasikmalaya

Restu Adi Wiyono Mimpi Jadi Ahok di Tasikmalaya

648
0

Bakal calon Walikota/wakil walikota Tasikmalaya Restu Adi Wiyono bermimpi menjelma seperti Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di Kota Tasik. Gaya kepemimpinan Ahok di singgasana DKI Jakarta, kata dia, pantas dipraktikkan di Kota Tasikmalaya.

“Saya ingin menjadi Ahok baru di Kota Tasik, berani, tidak ada keinginan apa apa, tidak ada beban tapi langsung ke tupoksi program kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat, “ungkapnya usai mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan walikota Tasikmalaya di DPC Demokrat Kota Tasik, Jumat, (27/05/2016).

Mimpi pria penggerak UMKM itu berangkat dari sebuah penilaian pribadinya atas realita yang terjadi saat ini. Di matanya, pemerintah Kota Tasik saat ini banyak melahirkan kebijakan yang tidak sejalan dengan visi misi awal, menumbuhkan kemandirian ekonomi menuju masyarakat madani. Bahkan menuai banyak kontroversi. Seperti pembangunan infrastruktur jalan didahulukan, sedangkan kondisi ekonomi masih morat-marit.

“Sekarang banyak program tapi  tidak dirasakan masyarakat. Saya yakin dengab sumber daya yang ada, Kota Tasik akan menjadi unggulan di Priangan Timur, “tandas Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia kota Tasik itu.

Andai niatnya itu terkabul, Restu menawarkan rancangan smart city, menanamkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual. Bahkan saat ditanya seberapa berani ia bertarung dengan  bakal calon yang ada, ia nyatakan tidak takut.

“Saya tidak takut, “tandasnya.

Lebih dalam ia menantang dialog terbuka kepada semua bakal calon. Hal itu, kata dia, lebih berkualitas ketimbang tebar pesona di baligo pinggir jalan.

“Kita diskusi terbuka aja beradu konsep,”tegasnya seraya menyatakan bulat maju di pilkada.

Di tempat sama, Ketua DPC Demokrat Kota Tasik Wahyu Sumawidjaja mengatakan bahwa pada akhirnya semua bakal calon yang daftar ke Demokrat akan ditentukan oleh mekanisme survei internal. Mana yang memungkinkan, itulah yang direkomendasikan.

“Misal yang satu banyak duitnya tapi kurang terkenal, ya kita pilih yang terkenal meski gak punya duit. Istilahnya begitu. Intinya semua bakal calon disurvei dulu. Mana yang hasilnya bagus itu yang direkomendasi, “katanya. (yus/amt/tasikmalayasatu.com) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.