Home HISTORY PKKPI dan CSI Pantau Bursa Tokoh-Tokoh Pilkada Jabar 2018

PKKPI dan CSI Pantau Bursa Tokoh-Tokoh Pilkada Jabar 2018

407
0

Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI), dan CitraSurveiindnesia.com (CSI) yang sudah berkeliling di Jawa Barat paling tidak kantong-kantong Kabupaten dan kota sudah nampak  siapa saja tokoh yang akan maju ke kursi Gedung Sate alias Gubernur Jawa Barat 2018, namun dalam Pilkada Jabar 2018 CSI dan PKKPI kini mencatat sejumlah nama dan ada nama kuat dalam calon tersebut. Rilis CSI dan PKKPI ini adalah hanya pantauan, belum hasil survei.

Analis dan Pengamat politik dari Pusat Kajian Komunikasi Plitik Indonesia (PKKPI), menilai bahwa ada yang harus dilihat dalam strategi membumi di tanah Sunda, peta Jawa Barat yang dalam Pemilu Pilpres 2014 tercatat pemilihnya ada 33 juta lebih sangat menarik dan ini bisa jadi Jawa Barat ini kan paling besar pemilihnya.

“Mereka yang tinggal di pesisir, pegunungan, dan wilayah-wilayah menak, yang pasti punya ciri dan upaya pendekatan khusus, inilah yang harus dilihat untuk calon Gubernur Jawa Barat dalam bertarung di 2018 nanti,” ujarnya Munanto dalam rilis PKKPI dan CSI Sabtu 7 Januari 2017.

Munanto menilai bahwa pilkada Jabar memang masih satahun lagi, namun Jabar adalah sebuah pesta demokrasi Jabar dipastikan pestanya akan ramai setelah pilakda DKI Jakarta.

“Jadi akan banyak calon-calon yang ikut berebut masuk untuk duduk di Gedung Sate,” ujar Munanto yang juga kandidat Doktor Universiatas Padjajaran (UNPAD) bidang Komunikasi Politik ini.

Munanto juga menilai bahwa ada Nama TB Hasanudin saya rasa dia tokoh Sunda yang menasiol saat ini juga ia karakternya kuat, tegas dan berani. Ia sudah bisa dikatakan layak jadi jika akan diusung Gubernur Jabar, lanjut  Munanto yang juga dosen Universitas Pancasila Jakarta ini.

Munanto mengatakan bahwa betul banyak tokoh di Jawa Barat, tapi saya lihat nama Kang TB Hasanudin sudah dikenal saya lihat juga dia tegas dan bisa masukan calon Jabarsatu 2018 yang kuat.

“Cuma apa dia akan dipilih Ketua Umum PDIP Megawati atau tidak di pilgub Jabar 2018 nanti? Kalau saya melihat TB memamg sudah teruji dan dia paham Polhukam dan kuat di pengalaman selain kini ia duduk di Komisi I DPR RI, dan harus di catat dia juga vocal dalam kebenaran,” terang Munanto.

Masih kata Munanto yang jelas untuk Pilkada Jabar beda dengan DKI Jakarta, di Jabar harus gunakan strategi kampanye yang membumi yang saya katakan tadi karena selain luas wilayah, Jabar ini unik dalam Pilkada, kita belajar banyak Pilkada Jabar munculnya nama Aher di awal-awal kan tak menyangka, mengalahkan yang lain, hanya karena gandeng artis Dede Yusuf, atau di saat dua kalai jabatan ini Aher juga muncul dan menang lagi karena gandeng Deddy Mizwar.

“Bagi saya bukan Aher tak populer, atau karena pemilih Jabar ini memang karena unik itu jadi akhirnya banyak kejutan yang tak terduga,” terang Munanto.

Sekadar menyebutkan nama saja yang muncul dalam pantauan belum riset PKKPI dengan (CSI) nama yang kini muncul di Jawa barat yang ingin mimpi ke Gedung Sate selain nama TB Hasanuddin, ada nama Ridwan Kamil Walikota Bandung, nama Deddy Mulyadi Bupati Purwakarta ada nama Deddy Mizwar yang kini Wagub Jabar jika maju maka inilah Sang incumbent di pilkada Jabar 2018.

Ada artis Dessy Ratnasari digadang dari PAN ada Bupati Tasikmalaya UU Ruzhanul Ulum yang saat dilantik Bupati dengan lantang langsung menyatakan siap maju untuk jadi calon Gubernur Jawa Barat dan bahkan sebuah sumber yang kuat menyebutkan ia sudah menunjuk tim sukses mantan sejumlah jurnalis di Jawa Barat sebagai konsultan politiknya.

Dalam data CSI dan PKKPI juga disebutkan ada juga nama Iwan Sulanjana yang dulu sempat maju di Pilkada Jabar dan juga mantan Pangdam II Siliwangi, ada juga mantan Politikus Demokrat yang kini ketua DPD NasDem Jabar disebut-sebut yaitu Saan Mustofa, lagi-lagi nama artis disebut, yaitu artis asal Bandung yaitu  Nurul Arifin yang juga Politkus Golkar, yang mengejutkan juga ada nama Istri Gubernur Aher yang disebut-sebut ramai akan diusung ke Gedung Sate yaitu Netty Heryawan, tapi dalam Peta Politik PKS, agak aneh juga jika mengusung istri sebelah, karena KS kan dikenal sebagai artai kader bukan artai dinasti, tapi politik namanya juga bukan ilmu matematika.

Ada nama Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana juga mulai muncul namanya dan katanya akan digadang di pilgub Jabar dan bahkan nama Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar pun muncul disebut yang akan siap bertarung di Pilgub Jabar 2018. Namun demikian benar adanya masih setahun lagi dan kita tunggu saja apa yang menjadikan pesta pilkada Jabar nanti di 2018.***

SIARAN PERS ini siarkan oleh:

CSI adalah lembaga survei yang diakui terdaftar dan masuk dalam 56 lembaga survei yang sudah diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berhak mengikuti partisipasi masyarakat dalam survei dan hitung cepat (quick count) pemilu 2014.

Sejak berdiri kami telah banyak melakukan riset dan survei masyarakat Indonesia baik untuk pemetaan maupun elektabilitas: Mitra kami adalah ada swasta, personal, pemerintah dan sejumlah kepala daerah, media dan juga komunitas. Sejumlah calon pemimpin daerah dari mulai gubernur, bupati, atau wali kota telah menjadi mitra kami. Dan Tim kami telah menjadikan menjadikan semuanya berhasil dan memimpin. Tim kami adalah pakar media, komunikasi politik antara lain. Aendra Medita, Matdon, W. Hermana HMT, Andi Sopiandi, dan sejumlah awak lainnya. Citra Survei Indonesia (CSI) siap melayani Anda 24 jam. Atau kunjungi CitraSurveiindnesia.com

PKKPI  adalah Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia sebuah Lembaga analisa Komunikasi Politik berdiri tahun 2008. Kumpulan pemikir, jurnalis, peneliti politik dan ekonomi Indonesia. Didirikan Munanto, Nasullah dan Hendrawan

Narahubung

Munanto  (PKKPI) 08129479539

Aendra   (CSI) 08999234234

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.